add my facebook and follow my twitter . THANKS :)

Sabtu, 05 November 2011

Topik Khusus - Pengukuran Kinerja


A.  Indikator Kinerja
  1. Pengertian Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts).
  1. Syarat - Syarat Indikator Kinerja
a.       Spesifik, jelas dan tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi.
b.      Dapat diukur secara objektif.
c.       Relevan.
d.      Dapat dicapai, penting dan harus berguna.
e.  Harus cukup fleksibel dan sensitif terhadap perubahan/penyesuaian pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan.
f.        Efektif.
  1. Peran dan Manfaat Indikator Kinerja
a.       Peran Indikator Kinerja
Menjamin pertanggungjawaban organisasi sektor publik (agen).
b.      Manfaat Indikator Kinerja
§  Kejelasan tujuan organisasi.
§  Mengembangkan persetujuan pengukuran aktivitas.
§  Keuntungan proses produksi harus dipahami lebih jelas.
§  Tersedianya pembandingan kinerja dari organisasi yang berbeda.
§  Tersedianya fasilitas setting of target untuk penilaian organisasi dan individual manager sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi kepada pemilik saham.
Tujuan dari permodelan kinerja ini adalah untuk menguraikan masalah melalui langkah pemodelan yang sangat krusial.
  1. Penyusunan Indikator Kinerja
                Langkah-langkah dalam menyusun indikator kinerja :
1.       Susun dan tetapkan rencana strategis lebih dahulu.
2.       Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja.
3.       Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/progam/kegiatan.
Kemungkinan disfungsi konsekuensi timbul dari 2 (dua) alasan yang mendasar :
1.       Sangat sulit untuk mengimplementasikan prinsip indikator kinerja di organisasi/industri berbeda.
2.       Pengendali mempunyai kemampuan terbatas untuk memproses skema indikator kinerja.

Menurut Smith (1993), konsekuensi dalam penilaian kinerja diperiksa menurut 8 (delapan) bagian :
1.       Tunnel Vision
Merefleksikan perbedaan aspek yang tidak lengkap dalam skema penilaian kinerja.
2.       Suboptimisasion
Keterbatasan sumber daya sebagai batasan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan
3.       Myopia
Fenomena pengabaian tujuan jangka panjang yang tedapat pada skema indikator kinerja
4.       Measure fixation
Kebanyakan pengukuran kinerja gagal merefleksikan semua aktivitas dan semua usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
5.       Misrepresentation
        Manipulasi data yang tidak sah dan berbahaya.
6.       Misinterpretation
        Interpretasi yang salah sangat mungkin terjadi dalam penggunaan laporan keuangan.
7.       Gaming
        Adalah distorsi kehati-hatian perilaku manajemen untuk menjamin keunggulan strategi.
8.       Ossification
Mengurangi Konsekuensi Disfungsional
Terdapat banyak strategi yang bisa ditempuh untuk menghindari disfungsional yang tidak diharapkan, yaitu :
1.       Melibatkan seluruh karyawan dalam seluruh pengembangan dan implementasi skema indikator kinerja.
2.       Memelihara fleksibilitas dalam penggunaan pengukuran kinerja dan pengendalian secara ekskusif.
3.       Menjaga sistem indikator kinerja dengan review yang konstan.
B.   Sistem Pengukuran Kinerja
  1. Pengertian Pengukuran Kinerja
§  Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi.
§  Pengukuran kinerja merupakan proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi (mision accomplishment) melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produk, jasa, ataupun suatu proses. (Larry D. Stout)
  1. Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja merupakan alat manajemen untuk :
§  Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk pencapaian kinerja.
§  Memastikan tercapainya skema kinerja yang disepakati.
§  Menjadikan alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi.
§  Mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi.
§  Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif.

  1. Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran Kinerja
a.       Evaluasi kembali ukuran yang ada.
b.      Mengukur kegiatan yang penting, tidak hanya hasil.
c.       Pengukuran harus mendorong tim kerja yang akan mencapai tujuan.
d.      Pengukuran harus merupakan perangkat yang terintegrasi, seimbang dalam penerapannya.
e.      Pengukuran harus memiliki fokus eksternal jika memungkinkan.
  1. Aspek yang Diukur
a.       Aspek finansial
Aspek finansial meliputi anggaran atau cash flow.
b.      Kepuasan pelanggan
Manajemen perlu memperoleh informasi yang relevan mengenai tingkat kepuasan pelanggan.
c.       Operasi dan bisnis internal
Diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis.
d.      Kepuasan pegawai
Dalam perusahaan yang banyak melakukan inovasi, peran strategis pegawai sungguh sangat nyata. Apabila pegawai tidak dikelola dengan baik, maka kehancuran perusahaan sulit untuk dihindari.
e.      Kepuasan komunitas dan shareholders/stakeholders
Pengukuran kinerja perlu didesain untuk mengkomodasikan kepuasan dari para stakeholders
f.        Waktu
Ukuran waktu juga merupakan variabel yang perlu diperhatikan dalam desain pengukuran kinerja, sehingga informasi yang dibutuhkan diharapkan relevan dan up to date.
Agar pengukuran kinerja dapat dilaksanakan dengan baik, perlu diperhatikan hal-hal sbb :
a.       Membuat suatu komitmen untuk mengukur kinerja dan memulainya dengan segera.
b.      Perlakuan pengukuran kinerja sebagai suatu proses yang berkelanjutan (on-going process).
c.       Sesuaikan proses pengukuran kinerja dengan organisasi.
  1. Skala Pengukuran
Skala pengukuran dapat dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu :
a.       Skala nominal
b.      Skala ordinal
c.       Skala interval
d.      Skala rasio
  1. Teknologi Pengukuran Kinerja
a.       Teknologi balance score card (BSC), terdapat 4 perspektif :
§  Perspektif keuangan (financial)
§  Perspektif konsumen (customer)
§  Perspektif proses bisnis/intern (internal)
§  Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (growth and learn)
b.      Penilaian dengan 3E (ekonomi, efisiensi, efektivitas)
§  Ekonomi
        Hubungan antara pasar dan input dimana barang dan jasa dibeli pada kualitas yang diinginkan dan pada harga terbaik yang dimungkinkan.
§  Efisiensi
        Hubungan antara input dan output dimana barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi digunakan untuk mencapai ouput tertentu
§  Efektivitas
        Hubungan antara output dan tujuan dimana efektivitas diukur berdasarkan seberapa jauh tingkat output, kebijakan, dan prosedur organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Siklus Pengukuran Kinerja
Terdapat 5 (lima) tahap untuk melakukan pengukuran kinerja, yaitu :
a.       Perencanaan strategi
b.      Penciptaan indikator kinerja
c.       Mengembangkan sistem pengukuran kinerja
d.      Penyempurnaan ukuran
e.      Pengintegrasian dengan proses manajemen


C.   Praktek Penilaian Kinerja Di Luar Negeri – Baldrige Award Sebagai Pengukur Prestasi (Mutu) Di Amerika
Baldrige Award ini direkayasa untuk mempromosikan :
  1. Kesadaran akan pentingnya mutu sebagai salah satu elemen untuk kemampuan bersaing.
  2. Pengertian akan pentingnya keunggulan mutu.
  3. Berbagai informasi tentang strategi mutu dan manfaat dari pelaksanaan strategi yang sukses

D.  Pengukuran Kinerja Sektor Publik Di Indonesia-Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha Bagi Pelaksanaan Tertib Lalu Lintas
Pemberian penghargaan Wahana Tata Nugraha merupakan sarana pemerintah dalam mewujudkan tertib lalu lintas dan angkutan jalan.
Aspek yang dinilai berkenaan dengan kriteria penilaian Wahana Tata Nugraha :
  1. Aspek sarana
  2. Aspek prasarana
  3. Aspek sumber daya
  4. Aspek manajemen
  5. Aspek penilaian lapangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar